Takengon Tak Sedingin Dulu

Dengan masuknya kalian ke artikel ini, artinya kalian butuh informasi mengenai soal kota Takengon. Atau sekedar penasaran dengan apa yang saya tulis soal kota Takengon? Nggak masalah, kok ๐Ÿ˜

Takengon Tak Sedingin Dulu

Mungkin, pertanyaan yang diajukan atau informasi yang diperlukan, antara lain namun tidak terbatas kepada:

  • Takengon terkenal dengan apa?
  • Kota Takengon dijuluki sebagai kota apa?
  • Takengon bahasa apa?
  • Di mana lokasi pantai menye?
  • Bagaimana rasanya hidup di kota takengon?

...dan beragam pertanyaan lainnya.

Saya sangat maklum dengan beragam pertanyaan di atas karena minimnya informasi yang tersedia di Google soal Takengon. Untuk kali ini, saya cuma berbagi sedikit pengalaman saya. Soal dinginnya Takengon yang tak sedingin dulu.

Takengon Tak Sedingin Dulu


Dulu, di saat saya kecil, saya sering dibawa orang tua ke Takengon. Alasannya karena kota Takengon merupakan kampung halaman saya, tempat lahirnya ibu.

Saya sangat bisa memastikan dan membedakan suhu jaman dulu dengan sekarang di kota Takengon, di mana perbedaan suhunya sangat drastis.

Dulu saya bisa mengeluarkan uap/asap di pagi hari (pukul 6 pagi), sekarang tidak bisa lagi. Itu baru satu bukti. Bukti lainnya, kalau tidur malam tidak perlu lagi menggunakan selimut. Apalagi memakai jaket. Bila perlu, telanjang dada karena udaranya tak sedingin dulu.

Saya juga tidak bisa bilang kalau penyebab Takengon bisa panas seperti sekarang karena banyaknya hutan yang gundul atau sengaja "dihilangkan", karena dari apa yang saya lihat, sama saja. Pembangunan tetap ada tapi tidak semasif yang dipikirkan banyak orang.

Bagi yang mau mandi pagi, saya yakin kalian masih sanggup menahan dinginnya air di pagi hari. Kalau dulu? Jangan harap.

Dingin mana kota Takengon dengan Danau Toba?

Beberapa waktu yang lalu, istri saya liburan ke Danau Toba. Dan kemarin, saya ajak pulang kampung ke Takengon. Katanya, masih dingin Takengon ketimbang Danau Toba.
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Blogger sejak 2014 - Suka Menulis, Membaca, SEO, Berbagi Cerita, Pengalaman, Eksplorasi, dan Kopi.

Posting Komentar untuk "Takengon Tak Sedingin Dulu"