Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Kesalahan Penjual Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok (E-Commerce)

Kali ini saya ingin berbagi kekesalan saya mengenai bermacam-macam kesalahan yang dilakukan oleh kebanyakan penjual di Shopee, Tokopedia, Lazada, BukaLapak, Bhinneka, JD.ID, TikTok, dan E-Commerce sejenisnya.

8 Kesalahan Penjual Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok (E-Commerce)

Sejujurnya, saya belum pernah belanja di kebanyakan toko online kecuali di Shopee dan Tokopedia. Keduanya merupakan pilihan pribadi bagi saya karena barang, harga, dan ongkos kirim yang ditawarkan cukup beragam sehingga lebih leluasan untuk dipilih-pilih.

Baik, kita mulai...



Deskripsi Ngasal, Tidak Informatif, Bahkan Kosong


Deskripsi asal-asalan, tidak adanya keterangan yang sebenarnya tidak perlu dipertanyakan lagi, bahkan tidak jarang deskripsi produknya pun kosong. Heran.

Contohnya yakni produk celana. Memang, lingkar pinggang dan panjang celananya tertulis. Masalahnya, tidak semua orang punya ukuran paha yang sama. Nyatanya, lingkar paha orang itu berbeda-beda. Ada yang besar dan kecil meskipun punya tinggi dan berat badan yang sama.

Dari contoh di atas, sebenarnya penjual (seller) paham bahwa dia harus menyertakan ukuran lingkar paha bagi calon pembelinya. Apalagi seller menjual celana, seharusnya bisa lebih mengerti apa yang akan ditawarkan dan diinginkan oleh pembeli. Sayangnya, tidak semua penjual (seller) paham soal ini.

Saya pribadi lebih membeli dan/atau menyarankan produk yang mempunyai keterangan deskripsi yang jelas mengenai produk yang dijual, meskipun harganya lebih mahal Rp10.000.-

Tanggapan Chat yang Lambat (Slow Respon)


Sebenarnya bukan masalah besar kalau pesan (chat) saya lama dibalas. Apalagi situasinya tengah malam, sangat dimaklumi karena penjual juga punya hak untuk beristirahat.

Yang sangat disayangkan, hari sudah siang atau malam (sekitaran isya'), chat juga lamban dibalas. Sedangkan kita sebagai pembeli, pada hari itu membutuhkan barang tersebut. Contohnya butuh konfirmasi seperti apakah barangnya tersedia atau tidak.

Di momen ini, biasanya saya langsung pindah ke toko sebelah. Atau bisa juga pindah ke E-Commerce tetangga. Mana tahu ongkos kirimnya bisa lebih murah.

Tidak Mengaktifkan Fitur Pembayaran Cash On Delivery (COD)


Siapa di sini yang suka COD barang? Saya, bang ☝😔 Cash on Delivery (COD) merupakan fitur yang memungkinkan kita untuk terima bang, juga pembayaran di saat yang bersamaan.

Sebagai konsumen, saya sangat terbantu dengan fitur COD ini karena biasanya, barang yang saya pesan, dipesan pada tanggal 22 s/d 25. Sampai ke rumah seminggu kemudian. Sedangkan gaji cair di tanggal 30-31. Begitu barang sampai, uangnya sudah ada. Kalau gajinya cair di tanggal 30-31 dan mulai berbelanja, membutuhkan waktu tunggu lebih lama lagi.

Produk yang saya beli, biasanya berasal dari toko-toko yang berada di pulau Jawa, sedangkan saya berada di Aceh. Butuh waktu 4 hari atau seminggu pengiriman untuk sampai ke rumah.

Saran terbaik dari saya untuk penjual, tolong aktifkan fitur COD di toko kawan-kawan. Soalnya ada begitu banyak konsumen yang terbantu dengan fitur ini, termasuk saya.

Ketersediaan Stok Barang


Yang paling menjelkengkan yakni tidak adanya ketersediaan stok barang tapi di halaman produk, produknya terpampang jelas. Ditanya barangnya ada? Iya ready, ka...

Untung-untung kalau penjualnya langsung konfirmasi ke kita lewat WhatsApp (WA) atau chat profil. Bayangin kalau yang dikirim merupakan barang yang tidak sesuai dengan pesanan kita? Mau tidak mau kembalikan barang (return). Makan waktu lagi, kan?

Yang anehnya lagi, deskripsi di produk menyarankan kita untuk bertanya apakah barangnya ready atau tidak. Ya kenapa harus kami yang tanya? Dibuat status "habis" dong kalau produknya habis. Kalau produknya masih terpampang di etalase, berarti barangnya ada (ready).

Penjual aneh, males banget apa ngecek ketersediaan stok barang atau ngecek gudang sendiri?!

Produk Tidak Menyesuaikan dengan Kategori


Saya pernah menemukan beberapa toko online di mana barang-barang yang ada di etalasenya sangat berantakan. Produknya apa, kategorinya apa. Tidak jarang, etalasenya tanpa kategori (labels).

Barang yang Diterima Tidak Sesuai Pesanan


Barang yang diterima tapi tidak sesuai dengan pesanan merupakan 100% murni keteledoran penjual (seller). Ya, namanya juga manusia, pasti punya salah.

Tidak Mengaktifkan Fitur Gratis Ongkir


Sejujurnya saya tidak punya hak untuk marah atau kesal kalau toko tersebut tidak mengaktifkan fitur gratis ongkir. Kecewa? Ya, saya kecewa. Beda dengan marah atau kesal ya 😅

Terlepas alasannya apakah gratis ongkir ini bakal memotong biaya keuntungan dari produk yang diperjualkan, konsumen tidak harus maklum. Di mana ada gratis ongkir, di situlah pembeli datang.

Peraturan Return Barang yang Rumit dari Penjual


Kalian pernah gak terima barang tapi barangnya tidak sesuai pesanan? Mau kembalikan barang (return), tapi pihak toko mengharuskan sobat untuk memberikan rating 4 atau 5 terlebih dahulu? Kalau bintangnya di bawah itu, pihak toko tidak akan memproses return barang.

Yang salah siapa, yang galak siapa. Gila, men!

Begitulah kekesalan saya mengenai bermacam-macam kesalahan yang dilakukan oleh kebanyakan penjual di Shopee, Tokopedia, Lazada, BukaLapak, Bhinneka, JD.ID, TikTok, dan E-Commerce sejenisnya.
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Blogger, Komputer, SEO, Xiaomi POCO, ThinkPad & Pecco #63. https://www.ariefghozaly.web.id/.

Posting Komentar untuk "8 Kesalahan Penjual Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok (E-Commerce)"

Kontes Lomba Blog
Kontes Lomba Blog